Sabtu, 1 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Jumat, 5 Agustus 2022
A A
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sedangkan di kecamatan lain, seperti Hunitetu, Kairatu, Kairatu Barat, Kairatu Timur, Seram Barat, Taniwel dan Taniwel Timur, wilayah tersebut berada pada potensi menengah hingga tinggi,” ungkap Muhari.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana susulan.

Baca Juga: BMKG Ungkap Ada Penambahan 292 Zona Musim di Indonesia

“Berdasarkan prakiraan cuaca pada esok hari, Sabtu, 6 Agustus 2022, , wilayah Huamual berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga berat. Potensi hujan ringan hingga sedang masih berpeluang hingga Minggu, 7 Agustus 2022,” imbuh Muhari.

Mengenal Likuifaksi

Ahli Geologi ITB, Dr.Eng. Imam Achmad Sadisun menjelaskan, fenomena likuifaksi, banyak menyebut tanah bergerak, secara sederhana dapat diartikan sebagai perubahan material yang padat (solid), berubah karakternya seperti cairan (liquid) akibat kejadian gempa.

Likuifaksi hanya bisa terjadi pada tanah yang jenuh air (saturated). Air tersebut terdapat di antara pori-pori tanah dan membentuk apa yang seringkali dikenal sebagai tekanan air pori. Dalam hal ini, tanah yang berpotensi likuifaksi umumnya tersusun atas material yang didominasi oleh ukuran pasir.

Baca Juga: Bangkai Paus Sperma Dibedah Langsung di Pesisir Banyuwangi

Jika posisi tanah ini berada di suatu kemiringan, tanah dapat bergerak menuju bagian bawah lereng secara gravitasional, seakan dapat berjalan dengan sendirinya. Sehingga benda yang berada di atasnya, seperti rumah, tiang listrik, pohon, dan lain sebagainya ikut terbawa.

“Secara lebih spesifik, kejadian ini disebut sebagai aliran akibat likuifaksi (flow liquefaction). Efek dari likuifaksi juga kadang-kadang berbeda kalau kekuatan gesek tanahnya belum terlampaui, tekanan air pori yang naik cukup kuat, hanya mengakibatkan retakan-retakan di tanah tersebut. Dan dari retakan-retakan itu akan muncul air yang membawa material pasir,” kata Imam, dikutip dari laman itb.ac.id.

Baca Juga: I Gede Wenten: Integrasi Teknologi dan Seni akan Menjadi Sesuatu

Dikatakannya, potensi likuifaksi pada suatu tempat bisa diidentifikasi, bahkan bisa dihitung. Secara sederhana, dari jenis tanahnya saja yang umumnya berupa pasir, sampai dengan pendekatan analitik kuantitatif, dengan menghitung indeks potensi likuifaksi. Secara umum likuifaksi terjadi pada wilayah yang rawan gempa, muka air tanah dangkal dan tanahnya kurang terkonsolidasi dengan baik. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBITBKabupaten Seram Bagian Baratlikuifaksi tanahLikuifaksi Tanah di Seram Bagian BaratProvinsi MalukuPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Laporan Bencana Geologi Januari-Juni 2022, Ini Alur Mitigasinya

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media