Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Test Anxiety Disorder, Cemas Luar Biasa Hingga Pingsan

Rasa cemas adalah hal biasa saat akan mengikuti ujian. Namun apabila kecemasan itu muncul berlebihan, tentu akan mengganggu. Bagaimana mengatasinya?

Senin, 14 Maret 2022
A A
Ilustrasi cemas berlebihan. Foto Pezibear/pixabay.com.

Ilustrasi cemas berlebihan. Foto Pezibear/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ujian, entah ujian kuliah, sekolah, tes wawancara kerja, atau bertanding, acapkali jadi momen menegangkan bagi sebagian orang. Ada rasa cemas, takut, dan gugup yang biasa muncul. Tentu sangat menganggu apabila kecemasan itu muncul berlebihan. Apakah sebenarnya yang tengah dialami?

“Perasaan cemas yang berlebihan perlu diwaspadai karena mengarah pada test anxiety disorder,” kata Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni.

Baca Juga: Alue Dohong: Pengelolaan Hutan Indonesia Berubah Menjadi Landscape Forest Management

Test anxiety disorder merupakan gangguan saat level cemas sangat tinggi di tengah situasi menghadapi ujian. Orang yang mengalami test anxiety disorder merasa cemas luar biasa saat akan menghadapai penilaian. Gejalanya cukup beragam dari yang ringan hingga berat. Namun, secara umum gejala (simtom) gangguan kecemasan menghadapi ujian ini dikelompokkan menjadi tiga yakni gejala fisik, gejala kognitif dan perilaku, serta gejala emosional.

Gejala fisik antara lain  berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat atau berdebar, mual, perut tidak nyaman, badan menjadi dingin atau panas, bahkan pingsan. Lalu gejala perilaku dan kognitif meliputi  sulit konsentrasi, sulit berpikir, sering lupa, meragukan kemampuan atau berpikir buruk akan diri sendiri. Sementara gejala emosional diantaranya perasaan tidak berharga, putus asa, tidak berdaya, marah, bahkan ingin melukai diri sendiri.

Baca Juga: Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Sumur Gas di PLTP Sorik Marapi

Ada dua penyebab test anxiety disorder. Pertama, penyebab biologis dimana secara biologis terdapat orang-orang yang secara genetis mempunyai kecenderungan untuk merasa cemas dan memiliki kemungkinan diturunkan.

“Sebenarnya semua orang saat berada di situasi menantang ada hormon adrenalin yang dikeluarkan. Adrenalin ini meningkat saat berkompetisi untuk memacu tampil maksimal. Namun ada juga orang yang adrenalinnya muncul berlebihan sehingga menimbulkan cemas berlebih,” papar Sutarimah.

Kedua, penyebab kognitif. Kecemasan berlebih yang muncul karena pemikiran yang timbul dari pengalaman atau perjalanan hidup seseorang membuat mudah berpikir negatif akan diri sendiri  maupun takut gagal.

Baca Juga: Eksaminasi Putusan IPL Wadas: Majelis Hakim Tak Anggap Amicus Curiae Jadi Pertimbangan Putusan

“Diperparah lagi jika tidak dipersiapkan dengan baik menghadapi ujian dan ada sejarah kegagalan di masa sebelumnya,” imbuh Sutarimah.

Test anxiety disorder dapat menjadi lingkaran setan apabila tidak diatasi dengan baik. Sebab kecemasan yang berlebihan akan memengaruhi saat penilaian tidak bisa maksimal. Performa yang kurang maksimal tersebut akan berpengaruh saat melakukan  ujian atau penilaian berikutnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: adrenalinkecemasanmeditasipingsanpsikologtest anxiety disorderujian

Editor

Next Post
Episenter gempa Nias Magnitudo 6,7 pada Senin, 14 Maret 2022. Foto tangkap layar inatews.bmkg.go.id.

Gempa Nias Hari Ini, Daryono: Kita Patut Mewaspadai Gempa Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media