Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pendamping Petani Minta Jokowi Selesaikan SK Perhutanan Sosial 2024

Senin, 6 Februari 2023
A A
Rumah produksi kopi di areal perhutanan sosial di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto walhi.org.

Rumah produksi kopi di areal perhutanan sosial di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto walhi.org.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Aktivitas Kawah Bromo Meningkat, Gunung Semeru Meletus

Ia memaparkan, sebelum ada perhutanan sosial, lahan garapan petani desa hutan hanya 0,083 hektare atau sama dengan 830 meter persegi.

“Setelah ada perhutanan sosial, mereka menerima SK dari kebijakan Presiden, naik 10 kali lipat penguasaan tanahnya menjadi 8.400 meter persegi rata-rata,” kata Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM itu.

Bertambahnya luasan area yang digarap memberi dampak peningkatan pendapatan petani. Dari penelitian di Kabupaten Pati misalnya, pendapatan petani meningkat rata-rata tiga kali lipat, dari Rp1 juta per bulan sebelum ikut perhutanan sosial menjadi Rp3 juta per bulan setelah ikut perhutanan sosial.

Baca Juga: Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

“Saya kira ini riil kerja-kerja inisiatif masyarakat sendiri, tapi kebijakannya pemerintah. Ia bisa mengapitalisasi modal sosial mereka untuk penambahan pendapatan mereka,” jelas San Afri.

Para pelaku perhutanan sosial juga menyampaikan sejumlah usulan, antara lain terkait penyelesaian SK Perhutanan Sosial yang masih tertunda. Menurut San Afri, Jokowi berjanji akan menindaklanjuti, seperti soal SK-SK yang tertunda, surat keputusan tentang perizinan perhutanan sosial yang masih tertunda.

“Dalam waktu sebulan ini, Pak Presiden akan merealisasikan secepatnya,” kata San Afri.

Baca Juga: Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

Perwakilan Gema Perhutanan Sosial lainnya, Siti Fikriyah Khuriyati berharap agar seluruh SK perhutanan sosial di Jawa bisa selesai pada akhir 2024. Mengingat luasan lahannya yang tidak terlalu besar.

“Barulah pemerintah menata yang di luar Jawa. Kami ingin 12,7 juta hektare diselesaikan di eranya Pak Jokowi, 2024. Itu warisan luar biasa,” ujar Siti. [WLC02]

Sumber: Walhi, Setpres

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial IndonesiaIzin Pemanfaatan Hutan Perhutanan SosialKelompok Usaha Perhutanan Sosiallahan garapan petani desa hutanperhutanan sosialPresiden Joko Widodorumah produksi kopiSK Perhutanan SosialWalhi Jawa Barat

Editor

Next Post
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memberikan keterangan pers dampak gempa magnitudo 7,7 di Kantor Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) pada Senin, 6 Februari 2023. Foto Kantor Kepresidenan Turki.

Gempa Turki, Presiden Erdogan Kerahkan Seluruh Kekuatan Evakuasi Korban

Discussion about this post

TERKINI

  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media