Wanaloka.com – Berdasarkan pembaruan kondisi cuaca dan iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idul Fitri 2026 diprakirakan relatif kondusif. Tidak berpotensi menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat. Namun potensi hujan di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai, karena Indonesia masih berada pada periode puncak musim hujan.
“Saat ini, kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari – Februari, kemudian akan melandai. Namun hujan dengan intensitas tinggi ini masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2026.
Ia memaparkan prediksi curah hujan, dinamika atmosfer, hingga potensi banjir rob dan gangguan penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
BMKG memprediksi pada Februari 2026 curah hujan umumnya berada pada kategori rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.
Baca juga: Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab
Sementara Maret 2026, hujan diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Selama periode Hari Raya Idul Fitri, sejumlah fenomena atmosfer diprediksi masih aktif, antara lain Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia.
BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan terutama pada minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026.
Untuk periode 1-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan hingga hujan sedang.
Tanggal 1-10 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua.
Baca juga: Migrasi Paksa dan Ketidakadilan di Sektor Perikanan Akibat Krisis Iklim







Discussion about this post