Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Roadmap Rehabilitasi Mangrove Nasional Fokus di 9 Provinsi Ini

Kamis, 4 Agustus 2022
A A
Kawasan hutan mangrove di Dusun Tiga, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Foto Dok Wanaloka.com.

Kawasan hutan mangrove di Dusun Tiga, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Foto Dok Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Dyah Murtiningsih mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan dan rehabilitasi mangrove mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, perguruan tinggi serta LSM, menyatu dan bekerja sama karena rehabilitasi mangrove tanggung jawab bersama.

Baca Juga: 15 Pembicara dari 6 Negara Bahas Tantangan Dunia Kehutanan

Dalam konferensi pers Tata Kelola dan Peta Jalan Rehabilitasi Mangrove Indonesia, Dyah mengistilahkannya dengan KISS.

“Harus ada koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergi (KISS). Inilah yang harus dilakukan, bekerjanya tidak sendiri-sendiri tetapi saling terintegrasi baik di program maupun pelaksanaan kegiatan,” kata Dyah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2022.

Konsep organisasi pelaksanaan rehabilitasi bakau dari tingkat pusat sampai tingkat tapak, menurut Dyah ada tiga fungsi. Yakni, fungsi regulatif, yaitu memperkuat regulasi dalam rehabilitasi dan pengelolaan mangrove,  fungsi pengorganisasian yang memperkuat hubungan dan sinergi antara lembaga dalam penyelenggaraan rehabilitasi dan pengelolaan ekosistem mangrove, dan fungsi operasional sebagai pendamping lapangan, termasuk mendorong Desa Mandiri Peduli Mangrove serta pelibatan kemitraan konservasi dan perhutanan sosial.

Baca Juga: Abrasi di Minahasa Selatan, Warga yang Kehilangan Rumah Akan Direlokasi

Deputi Perencanaan dan Evaluasi BRGM, Satyawan Pudyatmoko menerangkan, luas potensi habitat mangrove pada Peta Mangrove Nasional 2021, sekarang telah berubah menjadi areal tambak yang mendominasi. Analisis lebih lanjut, kata Satyawan, sebagian besar deforestasi terjadi di areal penggunaan lain (APL) yang belum secara kuat terlindungi oleh regulasi yang ada.

Dikatakannya, rehabilitasi bakau didorong karena ekosistem mangrove memiliki multi manfaat dalam ekosistem, perlindungan dari abrasi, kenaikan air laut, angin kencang dan tsunami, kepentingan rekreasi, menyediakan berbagai hasil hutan, dan mendukung produksi perikanan laut.

“Nilai total ekonomi mangrove Indonesia diperkirakan sebesar USD1,5 miliar per tahun,” ujarnya. [WLC01]

Sumber: ppid.menlkh.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Restorasi Gambut dan MangroveEkosistem mangroveKementerian LHKRehabilitasi mangroveRoadmap rehabilitasi mangrove nasional

Editor

Next Post
Kunjungan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ke Bandara YIA terkait pemasangan rambu-rambu evakuasi. Foto bmkg.go.id.

BMKG Ungkap Ada Penambahan 292 Zona Musim di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media