Minggu, 19 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

Dalam waktu empat bulan, Dosen FSRD ITB mendesain tiga keping perangko bertema 100 Tahun Observatorium Bosscha.

Minggu, 5 Februari 2023
A A
Desain perangko tentang 100 Tahun Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.

Desain perangko tentang 100 Tahun Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Rangkuman sejarah perjalanan para pendiri Observatorium Bosscha diilustrasikan melalui desain keping perangko 100 Tahun Observatorium Bosscha. Perangko tersebut didesain Dosen Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB), Triyadi Guntur Wiratmo.

Guntur, sapaan akrabnya juga seorang seniman profesional yang sering berkarya di pameran skala nasional dan internasional. Ia juga pernah mendesain perangko gerhana pada 2016. Guntur mencoba membuat perangko eksis kembali setelah kini jarang digunakan. Salah satunya dengan tema desain untuk penanda peristiwa penting atau sejarah.

Baca Juga: Koleksi Alat Ukur Antik di Observatorium Bosscha

Termasuk permintaan Kepala Observatorium Bosscha Dr. Premana Premadi kepadanya untuk mendesain perangko peringatan 100 Tahun Observatorium Bosscha. Waktu pengerjaannya tergolong singkat, yakni empat bulan.

Guntur memaknai perayaan 100 Tahun Observatorium Bosscha dalam tiga keping perangko. Keping perangko pertama bercerita tentang sejarah observatorium yang digambarkan pendirinya, Bosscha. Gambar desain berupa bangunan observatorium dan ada ilustrasi awal konstruksi kubah observatorium.

Baca Juga: Sejarah Pendidikan Astronomi di Indonesia, Bambang Hidayat Pimpin 31 Tahun

Ia mengaku kesulitan menggambar sosok wajah Bosscha karena hanya berbekal dokumentasi lama dari Bosscha.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 100 Tahun Observatorium BosschaGalaksi Bimasaktigaris khatulistiwaITBObservatorium Bosschaperangko 100 Tahun Observatorium BosschaTriyadi Guntur Wiratmo

Editor

Next Post
Luka yang diderita Beruang madu (Helarctos malayanus) korban jerat di perkebunan yang berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Leuser di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto tangkap layar akun Instagram @bbtn_gunungleuser.

Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media