Selasa, 30 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Metode Penyajian Kopi Terpopuler di Indonesia Tubruk, V60, dan Cold Brew

Hasil studi peneliti IPB University juga mengungkap bahwa metode seduhan berbasis espresso yang paling populer digunakan adalah cappuccino, kopi susu gula aren, dan café latte.

Selasa, 8 April 2025
A A
Ilustrasi menyeduh kopi. Foto NoName_13/pixabay.com.

Ilustrasi menyeduh kopi. Foto NoName_13/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Konsumen harus bijak memilih sajian kopi sesuai dengan kesukaan dan kondisi tubuh masing-masing. Jadi, jangan takut minum kopi karena manfaat minum kopi dapat kita peroleh dengan memilih jenis sajian yang tepat,” papar Dian yang melakukan penelitian soal kopi sejak 2025 tentang eksplorasi karakteristik kopi Indonesia khususnya yang terkait dengan manfaatnya untuk tubuh.

Baca juga: Kukuk Seloputo, Hantu di Cagar Alam Manggis Gadungan

Terkait tren ngopi di kafe yang semakin populer di kalangan anak muda, Dian berpendapat bahwa fenomena ini perlu disikapi secara positif. Sebab akan mendorong popularitas kopi sebagai minuman yang menjadi pilihan generasi muda.

Inovasi-inovasi pada komoditas kopi juga akan tumbuh sesuai dengan tuntutan selera generasi muda yang sangat dinamis dan selalu mengikuti tren.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha kopi di sepanjang rantai produksi untuk menghasilkan kopi Indonesia dengan sentuhan inovasi dan penjaminan kualitas yang baik,” tambah dia.

Baca juga: Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Sementara tantangan terbesar industri kopi nasional saat ini berada di sektor hulu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, produksi kopi Indonesia mencapai 758,73 ribu ton, dengan ekspor sebesar 279,94 ribu ton (sekitar 37 persen dari total produksi) dan impor mencapai 41 ribu ton (BPS 2024).

Meskipun Indonesia masih menempati posisi keempat sebagai produsen kopi terbesar dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, Dian mengingatkan bahwa tanpa perbaikan di sektor hulu, Indonesia berisiko tergeser oleh negara lain.

Isu global seperti perubahan iklim berdampak signifikan terhadap penurunan produksi kopi. Kondisi ini berakibat pada melambungnya harga kopi di pasaran.

Baca juga: Mengamati Ratusan Trinil Semak Bersiap Mudik dari Tulungagung ke Eropa

Khusus di Indonesia, ada beberapa tantangan pada sektor hulu untuk komoditas kopi, yaitu rendahnya produktivitas, lambatnya peremajaan tanaman di beberapa daerah, kelangkaan sumber daya manusia (SDM) muda, serta rumitnya rantai pasok.

Saat ini, 90 persen budi daya kopi Indonesia didominasi oleh jenis robusta, sementara sisanya adalah arabica. Arabica tumbuh baik di dataran tinggi pegunungan dengan udara dingin. Adapun robusta mampu dibudidayakan di tempat yang ketinggiannya lebih rendah dengan udara yang lebih hangat.

Namun beberapa tahun belakangan ini ada fenomena menarik di mana budi daya kopi arabica semakin diminati. Ini didukung pesatnya pertumbuhan coffee shop lokal yang banyak menyajikan arabica specialty dari berbagai daerah di Indonesia. [WLC02]

Sumber: IPB Univesrity

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Cold brewDian Herawatiindustri kopiIPB Universitykopi arabicakopi robustakopi tubrukmetode penyajian kopiV60

Editor

Next Post
Beberapa elemen PP Muhammadiyah menggelar buka puasa Ramadan 2025 bersama warga terdampak konflik agraria di Pakel, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto Dok. LHKP Muhammadiyah.

Komitmen Muhammadiyah Mendampingi Warga Terdampak Konflik Agraria di Pakel

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media