Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi Pastikan Aceh Tenggara Langganan Banjir Akibat Tutupan Hutan Rusak

Banjir terus melanda Aceh Tenggara setiap kali hujan lebat tiba yang menandakan ada persoalan lingkungan di sana. Hutan gundul dan regulasi tata ruang yang bermasalah jadi penyebabnya.

Kamis, 24 Agustus 2023
A A
Banjir bandang di Desa Tiger Miko, Kecamaan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara pada 20 Agustus 2023. Foto Dok. BPBD Aceh Tenggara.

Banjir bandang di Desa Tiger Miko, Kecamaan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara pada 20 Agustus 2023. Foto Dok. BPBD Aceh Tenggara.

Share on FacebookShare on Twitter

Walhi Aceh mendesak pemerintah Aceh mencegah kerusakan hutan di Aceh Tenggara yang terus terjadi setiap tahun. Salah satunya dengan tidak membuka jalan baru, melainkan cukup memaksimalkan jalan yang sudah ada dengan memperbaiki agar mudah dilalui.

Baca Juga: Menebar Garam hingga Kapur Tohor, Praktik TMC Kurangi Polusi Udara

Revisi Qanun Tata Ruang
Berdasarkan pengamatan Walhi Aceh, Aceh Tenggara memiliki riwayat banjir yang tinggi dibandingkan daerah lainnya. Kondisi tersebut tak lepas juga dari sengkarut ruang yang harus secepatnya diperbaiki.

Apabila merujuk pada Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Tenggara, Nomor 1 tahun 2013 tahun 2013 – 2033, lima kecamatan yang dilanda banjir berada dalam Wilayah Sungai Strategis Nasional Alas – Singkil yang meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS) Singkil seluas 327.829,24 hektare.

Uniknya, dalam Qanun Tata Ruang, lima kecamatan tersebut tidak masuk dalam sistem pengendali banjir dan sistem pengamanan sungai. Artinya, Aceh Tenggara memiliki masalah dalam konteks pengaturan ruang. Tidak heran, bencana banjir bandang menjadi agenda tahunan, bahkan berpotensi terjadi beberapa kali dalam setiap tahun.

Baca Juga: Ini Pemicu Gempa di Kepulauan Selayar 5,3 Magnitudo

“Sudah saatnya Aceh Tenggara memasukkan mitigasi bencana banjir dengan merevisi qanun tata ruang kabupaten. Itu salah satu solusi untuk menanggulangi bencana banjir jangka panjang,” kata Salihin.

Menurut Salihin, Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang RTRW Aceh Tahun 2013 – 2033 sedang direvisi. Pemerintah Aceh Tenggara dapat mengambil peluang tersebut untuk menyinkronkan tata ruang kabupaten dengan provinsi terkait kepentingan penanggulangan bencana banjir.

Dua Sungai Meluap
Berdasarkan siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah desa yang tersebar di lima kecamatan yang tergenang banjir adalah Desa Kuta Buluh, Lawe Hijo metuah, Lawe Hijo Gabungan, Lawe Hijo, Kuning I, Kute Seri, Rikit, Pedesi, Pinding, Seperai, Pulo Perengge, Terutung Payung Gabungan dan Terutung Payung Hulu di Kecamatan Bambel.

Baca Juga: Siti dan Sudin Belajar Memanjat dan Membangun Sarang di Sekolah Hutan

Di Kecamatan Bukit Tusam ada desa Desa Darul Imami, Gumpang, Kuta Lingga, Tenembak Bintang, Kuta Gekhat dan Maha Singkil. Selanjutnya, Desa Kuta Lesung, Setia Baru, Buah Pala dan Teger Miko di Kecamatan Lawe Sumur.

Kemudian Desa Pulonas Baru, Kutambaru Bencawan dan Desa Kutambaru di Kecamatan Lawe Bulan. Serta Desa Lawe Kinga Gabungan dan Desa Lawe Kinga Lapter di Kecamatan Semadam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, Pemkab Aceh Tenggara telah mendistribusikan bantuan 115 paket berupa makanan dan non makanan. Selain itu, Tim Reaksi Cepat BPBD telah memasang tenda untuk pengungsian. BPBD juga memasang hidran umum di beberapa lokasi sehingga warga dapat mengakses air bersih.

BNPB mengimbau BPBD dan warga setempat untuk tetap waspada dan siaga apabila banjir mengalami ketinggian. BPBD diharapkan tetap menyiagakan personel apabila warga membutuhkan pertolongan dan evakuasi. Hujan lebat menyebabkan tanggul jebol dan debit air Sungai Lawe Kinga dan Alas meluap. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: banjir di Aceh Tenggarakawasan ekosistem Leuserkerusakan hutanpenebangan liartutupan hutanWalhi Aceh

Editor

Next Post
Penyerahan Dokumen Dokumen EA ACCTHPC di Laos. Foto ppid.menlhk.go.id.

Menunggu 21 Tahun Dokumen Pendirian Pengendalian Pencemaran Asap ASEAN Diserahkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media