Kamis, 26 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Analisis Gempa Yogyakarta 4,5 Magnitudo, Daryono: Patut Disyukuri Belum Ada Laporan Kerusakan

Rabu, 6 April 2022
A A
Gempa Yogyakarta dengan magnitudo M4,5 terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu, 6 April 2022. Foto bmkg.go.id.

Gempa Yogyakarta dengan magnitudo M4,5 terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu, 6 April 2022. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, BMKG, Daryono mengungkapkan, patut disyukuri gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta, pada Rabu, 6 April 2022, pukul 10.03 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 4,9 belum ada laporan dampak kerusakan.

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa Yogyakarta, terletak pada koordinat 8.21 LS dan 110.57 BT, tepatnya di laut pada jarak 24 km arah barat daya Gunungkidul pada kedalaman 123 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Yogyakarta yang terjadi pagi ini merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat adanya deformasi/patahan pada Lempeng Indo-Australia di zona Benioff,” kata Daryono.

Baca Juga: Catatan Hari Meteorologi Dunia 2022: Indonesia Belum Punya Satelit Deteksi Dini Bencana

Guncangan gempa Yogyakarta dirasakan dalam intensitas skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) hingga skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Gempa Yogyakarta dirasakan dalam intensitas skala II-III MMI di wilayah Pacitan, sementara Gunungkidul, Bantul, Sleman, dan Trenggalek dirasakan dalam intensitas skala II MMI.

Daryono menyebutkan, hingga Rabu pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa yang dirasakan di Yogyakarta belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Bukittinggi, Lindu Tahun 1926 Ratusan Orang Meninggal Dunia

“Gempa Yogyakarta tadi pagi bukan jenis gempa subduksi megathrust dan bukan juga gempa akibat sesar aktif kerak dangkal (shallow crustal earthquake), tetapi bersumber di Zona Benioff,” kata Daryono, pada Rabu siang.

Dikatakannya, gempa Yogyakarta terjadi di Zona Benioff, pada lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa tidak lagi landai tetapi sudah menukik. Slab lempeng yang tersubduksi lebih dalam ini ada bagian yang mengalami deformasi atau patah yang kemudian memancarkan gelombang gempa.

Contoh gempa Benioff yang terakhir adalah gempa selatan Jawa Timur yang terjadi pada 21 Mei 2021 dengan magnitudo 5,9 di kedalaman 110 km. Gempa ini merusak ratusan rumah di 7 kabupaten dan kota di Jawa Timur, khusunya Blitar dan Malang.

Baca Juga: Puasa Bikin Tubuh Lemas dan Lapar? Coba Cek Menu Sahur Anda

“Patut disyukuri bahwa hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Yogyakarta tadi pagi, karena gempa dalam lempeng mampu memancarkan guncangan sangat kuat di atas rata-rata gempa sekelasnya,” kata Daryono.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGDaryonogempa dangkalgempa Sabanggempa tektonikgempa terkinigempa YogyakartaKabupaten GunungkidulKota SabangProvinsi AcehYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi diabetes. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Pasien Diabetes Boleh Berpuasa, Asalkan Harus Perhatikan Kondisi Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media