Jumat, 24 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Generasi Muda Mitigasi Perubahan Iklim, Apa dan Bagaimana

Generasi muda punya potensi besar melakukan mitigasi perubahan iklim, dampak dari pembangunan, deforestasi hingga perilaku hidup. Dalam rentang tahun 2001 hingga 2006, terjadi penyimpangan ekstrem nilai rata-rata suhu tahunan.

Senin, 12 September 2022
A A
Generasi muda mitigasi perubahan iklim, dalam diskusi bertajuk: Kolaborasi Jurnalis dan Kalangan Muda Merespons Perubahan Iklim, di Yogyakarta, Sabtu, 10 September 2022. Foto Ist.

Generasi muda mitigasi perubahan iklim, dalam diskusi bertajuk: Kolaborasi Jurnalis dan Kalangan Muda Merespons Perubahan Iklim, di Yogyakarta, Sabtu, 10 September 2022. Foto Ist.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di 24 Provinsi Ini

Contohnya, menanam pohon, merupakan langkah paling sederhana untuk menyerap karbon. Selain itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Langkah lainnya, menghemat energi, mengurangi perjalanan menggunakan pesawat karena sejumlah besar bahan bakar fosil digunakan untuk pesawat sehingga menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan, mengurangi pembuangan makanan. Saat membuang makanan, maka sumber daya dan energi yang digunakan untuk menanam, memproduksi, mengemas dan mengangkutnya ikut terbuang. Ketika makanan membusuk di tempat pembuangan sampah atau landfill, gas metana juga mengakibatkan efek rumah kaca.

Aktivis lingkungan dari Marine Buddies Yogyakarta, Yuris Orchita Hapsari mengungkapkan, anak muda perlu terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga: Kantong Plastik Jadi Sampah Terbanyak dan Berbahaya, Ini Cara Mengatasinya

Genarasi muda punya potensi besar dalam merespons perubahan iklim. Yuris merujuk hasil survei Yayasan Indonesia Cerah (YIC) tahun lalu, mengungkap kepedulian anak-anak muda pada isu lingkungan dan perubahan iklim. Sebanyak 82 persen dari total 4.020 responden, menyatakan mengetahui soal isu lingkungan, dan sebanyak 62 persen menyatakan manusia bertanggung jawab atas persoalan lingkungan.

“Selama ini kami cemas dengan apa yang akan terjadi dengan kami nanti kalau perubahan iklim terus terjadi. Mungkin karena kami sekarang terpapar banyak informasi soal perubahan iklim,” kata Yuris mahasiswi Kehutanan UGM.

Dia menggarisbawahi, peduli tanpa aksi nyata sama saja tidak ada artinya. Yuris memberikan tips apa yang bisa dilakukan anak-anak muda untuk merespons krisis iklim.

Pertama-tama, generasi muda bisa mengungkapkan pendapat dan keresahan mereka, bisa dengan teman atau berkelompok. Juga bisa turut andil mengkritisi dan memberi masukan kepada pemerintah agar menerapkan kebijakan ramah lingkungan.

Baca Juga: AS Nilai RI Mitra Strategis Atasi Perubahan Iklim, Ini Klaim Alasannya

Tips lainnya, kata Yuris, melakukan gaya hidup ramah lingkungan, belajar atau terjun dalam karier terkait lingkungan dan bergabung dalam komunitas peduli lingkungan.

“Di komunitas Marine Buddies misalnya, kami membuat konten edukasi soal lingkungan, ikut bersih-bersih pantai dan mempromosikan bijak nyampah,” kata Yuris, siaran pers yang diterima Wanaloka.com pada Minggu, 11 September 2022.

Baca Juga: Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Pembicara lainnya, Ketua Bidang Pengembangan Isu Wilayah Barat SIEJ Dedek Hendry, mencontohkan bagaimana kekuatan media terutama media alternatif mengadvokasi isu perubahan iklim di Bengkulu.

“Di Bengkulu ada isu produktivitas kopi Bengkulu menurun. Ternyata terkait perubahan iklim. Framingnya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” sebut Dedek. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivis lingkunganCuaca EkstremEmisi gas rumah kacaEmisi karbonGenerasi mudaHutanIklim ekstremIsu lingkunganKonservasi lingkunganKopiKrisis Iklimmitigasi perubahan iklimMusim hujanPakar klimatologi UGMperubahan iklimRamah lingkungansampah plastikZona musim

Editor

Next Post
Warga terdampak bencana hidrometerologi berupa longsor di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto BPBD Kabupaten Ciamis.

Bencana Hidrometeorologi di Ciamis, Dua Orang Meninggal Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media