Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemarau Kering 2023 Waspadai Gagal Panen dan Penurunan Sumber Mata Air

Jumat, 28 Juli 2023
A A
Ilustrasi kemarau. Foto Dok Wanaloka.com.

Ilustrasi kemarau. Foto Dok Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ancaman gagal panen hingga penurunan sumber mata air berpotensi terjadi di Indonesia dampak musim kemarau kering. Diperkirakan puncak kemarau kering akan melanda Indonesia pada Agustus hingga September 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan, musim kemarau kering 2023 kondisinya bakal jauh lebih kering dari musim kemarau kering tiga tahun terakhir. Hal ini pengaruh dari fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, mengakibatkan kekeringan.

Dwikoritas Karnawati menegaskan, kemarau kering tahun ini dapat mengancam stabilitas pangan nasional. Bersebab berpotensinya gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan.

Baca Juga: Kemarau Lebih Kering Tujuh Provinsi Ini Berpotensi Karhutla Lebih Besar

Kepala BMKG, mengingatkan pemerintah daerah di Indonesia untuk melakukan langkah dini antisipasi.

“Pemerintah daerah perlu melakukan aksi mitigasi dan aksi kesiapsiagaan segera. Lahan pertanian berisiko mengalami puso alias gagal panen akibat kekurangan pasokan air saat fase pertumbuhan tanaman,” kata Dwikorita.

Sebaliknya di sektor perikanan, Dwikorita mengungkapkan, terjadinya perubahan suhu laut dan pola arus selama El Nino dan IOD positif yang mendingin, lazimnya meningkatkan produksi hasil tangkap ikan di laut. Hal itu dapat dimanfaatkan sebagai pendukung ketahanan pangan.

Baca Juga: Jawa Tengah Dilanda Kekeringan Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

“Peluang dari kondisi ini harus dimanfaatkan karena dapat mendukung ketahanan pangan nasional,” imbuh Dwikorita.

Fenomena El Nino dan IOD Positif saling menguatkan sehingga membuat musim kemarau tahun ini dapat menjadi lebih kering dan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah.

Jika biasanya curah hujan berkisar 20 mm per hari, sebut Dwikorita, musim kemarau ini angka tersebut menjadi sebulan sekali atau bahkan tidak ada hujan sama sekali.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGEl Ninogagal panenIndian Ocean Dipolekemarau keringKepala BMKG Dwikorita Karnawatimusim kemarau 2023

Editor

Next Post
Gempa Halmahera Timur, Maluku Utara, dengan magnitudo 5,1 pada Sabtu, 25 Juli 2023. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Halmahera Timur 5,1 Magnitudo Dipicu Deformasi Batuan Dalam Lempeng

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media