Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemarau Kering 2023 Waspadai Gagal Panen dan Penurunan Sumber Mata Air

Jumat, 28 Juli 2023
A A
Ilustrasi kemarau. Foto Dok Wanaloka.com.

Ilustrasi kemarau. Foto Dok Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ancaman gagal panen hingga penurunan sumber mata air berpotensi terjadi di Indonesia dampak musim kemarau kering. Diperkirakan puncak kemarau kering akan melanda Indonesia pada Agustus hingga September 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan, musim kemarau kering 2023 kondisinya bakal jauh lebih kering dari musim kemarau kering tiga tahun terakhir. Hal ini pengaruh dari fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, mengakibatkan kekeringan.

Dwikoritas Karnawati menegaskan, kemarau kering tahun ini dapat mengancam stabilitas pangan nasional. Bersebab berpotensinya gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan.

Baca Juga: Kemarau Lebih Kering Tujuh Provinsi Ini Berpotensi Karhutla Lebih Besar

Kepala BMKG, mengingatkan pemerintah daerah di Indonesia untuk melakukan langkah dini antisipasi.

“Pemerintah daerah perlu melakukan aksi mitigasi dan aksi kesiapsiagaan segera. Lahan pertanian berisiko mengalami puso alias gagal panen akibat kekurangan pasokan air saat fase pertumbuhan tanaman,” kata Dwikorita.

Sebaliknya di sektor perikanan, Dwikorita mengungkapkan, terjadinya perubahan suhu laut dan pola arus selama El Nino dan IOD positif yang mendingin, lazimnya meningkatkan produksi hasil tangkap ikan di laut. Hal itu dapat dimanfaatkan sebagai pendukung ketahanan pangan.

Baca Juga: Jawa Tengah Dilanda Kekeringan Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

“Peluang dari kondisi ini harus dimanfaatkan karena dapat mendukung ketahanan pangan nasional,” imbuh Dwikorita.

Fenomena El Nino dan IOD Positif saling menguatkan sehingga membuat musim kemarau tahun ini dapat menjadi lebih kering dan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah.

Jika biasanya curah hujan berkisar 20 mm per hari, sebut Dwikorita, musim kemarau ini angka tersebut menjadi sebulan sekali atau bahkan tidak ada hujan sama sekali.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGEl Ninogagal panenIndian Ocean Dipolekemarau keringKepala BMKG Dwikorita Karnawatimusim kemarau 2023

Editor

Next Post
Gempa Halmahera Timur, Maluku Utara, dengan magnitudo 5,1 pada Sabtu, 25 Juli 2023. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Halmahera Timur 5,1 Magnitudo Dipicu Deformasi Batuan Dalam Lempeng

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media