Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Setengah dari 8000 Ton Sampah per Hari di Jakarta Berupa Sisa Makanan

Jumat, 1 November 2024
A A
Aksi Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang, Jumat, 1 November 2024. Foto PPID KLHK.

Aksi Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang, Jumat, 1 November 2024. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang berpenduduk 11,4 juta merupakan kota dengan beban lingkungan yang cukup berat. Tiga indikator IKLH, yaitu indeks kualitas air, indeks kualitas udara, dan indeks tutupan lahan, Jakarta memprihatinkan.

“Kami harus mampu memperkuat ketahanan Jakarta pada aspek lingkungannya,” kata Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq dalam Aksi Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang, Jumat, 1 November 2024.

Salah satunya melalui upaya serius membangun pengelolaan sampah. Mengingat produksi sampah lebih dari 8.000 ton per hari di Jakartayang dibuang ke TPST Bantargebang, Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Gamahumat, Ekstraksi Batu Bara Kalori Rendah untuk Soil Stabilizer

Sementara 50 persen dari total sampah 7.000-8.000 ton sampah per hari di TPST Bantargebang itu berupa sampah sisa makanan (food waste).

“Kalau 50 persen dari 8.000, jadi ada 4.000 ton per hari food waste yang harus kami selesaikan, kami jawab permasalahannya,” kata Hanif.

Untuk penanganan sampah, pihaknya mencoba membangun skenario dengan melibatkan semua pihak. Pihak KLH akan melarang keras kawasan perkantoran, gedung-gedung, rumah makan, dan sebagainya membuang food waste yang dihasilkan.

Baca Juga: Kisah Para Penjaga Gunung Api Jelang Erupsi hingga Banjir Pascaerupsi

“Kalau perlu, penegakan hukum itu akan kami lakukan, akan kami denda. Peraturan Pemerintah untuk pemungutan denda sudah ada,” imbuh dia.

Jakarta Recycling Center

Pada 30 Oktober 2024, Hanif mengunjungi  tempat pengolahan sampah Jakarta Recycle Center (JRC) di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Oktober 2024.

Fasilitas ini merupakan Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah yang mengedepankan pemilahan sampah rumah tangga. JRC dilengkapi dengan instalasi pemisah sampah organik dan non-organik, kemudian dipindahkan ke ruang penyimpanan materi agar dapat didaur ulang.

Baca Juga: Rangkong Badak, Baning Cokelat dan Lutung Dilepasliarkan ke Habitatnya

“Ini merupakan rangkaian kunjungan kami untuk memetakan masalah dan mencari solusi terkait penanganan sampah di Jakarta,” kata Hanif.

Hanif mendapatkan penjelasan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto terkait kinerja JRC. Termasuk gerakan sosialisasi dari pintu ke pintu untuk memastikan dilakukan pemilahan sampah sampai operasi daur ulangnya.

Meski pengelolaannya berada di tingkat provinsi/kabupaten/kota, ia berkomitmen untuk menggunakan wewenangnya sebagai Menteri LH/Kepala BPLH dan melakukan intervensi agar persoalan sampah dapat diatasi bersama.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DAS CipinangDKI Jakartafood wasteKementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidupsampah domestiksampah sisa makanan

Editor

Next Post
Masyarakat dan Walhi menolak penambangan timah di perairan Batu Beriga, Kepulauan Bangka Beitung, 12 Mei 2024. Foto Walhi.

Persatuan Masyarakat Peduli Batu Beriga Tolak Tambang Timah Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media