Kamis, 16 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

8 Kali Keguguran, Badak Sumatra di TN Way Kambas Ini Akhirnya Berhasil Melahirkan

Upaya keras Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas dalam mengembangbiakan Badak sumatra, terkhusus pada badak Rosa yang mengalami gangguan rahim, akhirnya membuahkan kabar gembira.

Senin, 28 Maret 2022
A A
Badak sumatra dan anaknya di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Foto ppid.menlhk.go.id.

Badak sumatra dan anaknya di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Badak Rosa diketahui bunting sejak Desember 2020, dan masa mengandung untuk satwa mamalia ini sekitar 476 hari.

Baca Juga: Peringati Hari Meteorologi Sedunia, Sekjen PBB Sebut Ulah Manusia Dampak Iklim Semakin Buruk

Ketua Tim Dokter Hewan SRS TNWK, drh. Zulfi Arsan menjelaskan, selama masa bunting, badak Rosa mendapatkan pemberian tambahan hormon penguat janin hingga menjelang masa melahirkan, serta pemeriksaan kesehatan kebuntingan secara rutin dengan menggunakan alat Ultrasonografi (USG).

Di samping itu, sebut ZulfiArsan, pemberian pakan yang baik dan cukup, serta pemantauan perilaku juga dilakukan untuk mendukung kebuntingan ini.

Menurut Zulfi Arsan, tanda-tanda badak Rosa melahirkan terlihat pada Kamis, 24 Maret 2022, pukul 09.00 WIB.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno menyatakan, kelahiran anak Badak sumatra ini kabar gembira di tengah upaya Indonesia meningkatkan populasi badak.

Baca Juga: Sukses Invensi Mesin Sangrai Kopi, BRIN Lirik Teknologi Fermentasi ‘Mutiara Hitam’

“Kelahiran Badak sumatera ini merupakan sebuah kabar gembira di tengah upaya Pemerintah Indonesia dan mitra kerja meningkatkan populasi badak sumatera. Kita menaruh harapan untuk dapat terus mendapat kabar bahagia dari kelahiran-kelahiran Badak sumatera lainnya di masa depan,” kata Wiratno, dilansir dari laman ppid.menlhk.go.id, Senin, 28 Maret 2022.

Wiratno menyampaikan terima kasih mendalam atas kerja tim dokter hewan dan para perawat yang terus-menerus mengawasi perkembangan kebuntingan badak Rosa hingga perawatan pasca persalinannya.

Kepala Balai TNWK Kuswandono menyebutkan, enam tahun lalu badak Ratu (induk badak Andatu) juga telah melahirkan anak badak betina yang diberinama Delilah.

Baca Juga: Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

Dengan kelahiran anak badak Rosa ini, kata Kuswandono, bukti SRS TNWK berhasil mengembangbiakan Badak sumatra.

“Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas adalah satu-satunya tempat pengembangbiakan Badak sumatera secara alami dengan dukungan teknologi serta kolaborasi keahlian, baik dari dalam dan luar negeri,” ujar Kuswandoni.

SRS TNWK ini diresmikan pada 1998, hasil kerja sama Balai TNWK, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan YABI, bertujuan mengembangbiakan populasi satwa mamalia Badak sumatra, yang terancam punah. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badak SumatraFibroid rahimKementerian LHKSatwa DilindungiSatwa Terancam PunahSuaka Rhino SumateraTaman Nasional Way Kambas

Editor

Next Post
Prof. Lailan Syaufina. Foto ipb.ac.id.

Lailan Syaufina: Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun Tajam, Diduga Akibat Covid-19

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media