Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Memasang Jerat Berburu Satwa Liar Bisa Dipidana 5 Tahun Penjara

Ratusan alat jerat babi hutan ditemukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dalam operasi sapu jerat di kawasan konservasi. Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) tak jarang menjadi korban alat jerat babi hutan ini, bahkan harus kehilangan salah satu kakinya.

Jumat, 15 Juli 2022
A A
Alat jerat babi hutan yang ditemukan tim operasi sapu jerat di kawasan konservasi Provinsi Sumatera Utara.Foto ksdae.menlhk.go.id

Alat jerat babi hutan yang ditemukan tim operasi sapu jerat di kawasan konservasi Provinsi Sumatera Utara.Foto ksdae.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Ratusan jerat dengan beragam jenis, ukuran dan bahan itu umumnya digunakan untuk menjerat babi hutan dan burung.

Baca Juga: Dua Raptor Dilepasliarkan di Gunungkidul, Lima Satwa Dievakuasi dari Rumah Bupati Langkat

Menurut BBKSDA Sumut, jerat yang dipasang pemburu babi hutan dan satwa liar lainnya, juga menyasar satwa liar yang dilindungi seperti harimau, rusa, beruang dan satwa liar lainnya.

Data BBKSDA Sumatera Utara mengungkapkan pada November 2015, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang kemudian diberinama Gadis, terkena jerat di Desa Mardinding, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Akibatnya, kaki depan harimau sumatera itu harus diamputasi.

Baca Juga: Mitigasi Konflik Harimau di Desa Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

Kejadian serupa dialami harimau sumatera jantan “Monang”, pada Mei 2017, di Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Kasus terakhir dialami harimau sumatera “Palas” pada Juli 2019, di Desa Huta Bargot, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas.

Baca Juga: Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Operasi sapu jerat oleh BBKSDA Sumut sebagai upaya pre-emtif, preventif dan represif terhadap perburuan satwa liar menggunakan jerat. Ini bertujuan mencegah dan mengurangi kegiatan perburuan satwa liar dengan menggunakan jerat, sehingga terjamin dan terjaga kelestarian jenis-jenis satwa liar baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi di dalam kawasan konservasi, serta untuk menghindari terjadinya konflik manusia dengan satwa liar.

Balai Besar KSDA Sumatera membangun dan memperkuat jaringan komunikasi serta informasi lintas sektoral dengan pemerintah daerah  setempat maupun instansi terkait lainnya, untuk sinergitas dalam penanganan permasalahan perburuan dengan menggunakan jerat. [WLC01[

Sumber: ksdae.menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumateraharimau terjeratJerat babi hutanKonservasi satwasatwa liar yang dilindungisatwa yang dilindungi

Editor

Next Post
Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Gempadewa Tolak Pengukuran Lahan Tahap 2 di Wadas

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media